
Ilmu Sosial Dasar
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
1IA08
Disusun Oleh:
Marco Abel Zefanya
NPM : 54416247
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan
Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan Hidayat-Nya, sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.Saya mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini dibuat bukan
hanya untuk melengkapi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, tapi juga
diharapkan bisa sebagai pedoman untuk menambah pengetahuan tentang perubahan
sosial di kehidupan masyarakat, sehingga kita bisa beradaptasi dan menyaring
hal-hal yang positif dari kebudayaan baru yang akan berubah semakin cepat.
Semoga Makalah ini
bermanfaat bagi kita dalam usaha mewujudkan proses kemajuan dalam kehidupan
sosial dan berbudaya.Saya Mohon Maaf apabila pada makalah ini masih banyak
kekurangan dan salah kata.Oleh karena itu kami membutuhkan saran dan kritik
dari anda untuk pembuatan makalah yang selanjutnya agar menjadi lebih baik.
Daftar
Isi
Kata Pengantar.............................................................................................................. I
Daftar Isi........................................................................................................................
II
BAB I. Pendahuluan......................................................................................................
1
A. Latar Belakang..................................................................................................
1
B.
Tujuan................................................................................................................1
C. Rumusan
Masalah.............................................................................................
1
BAB II. Pembahasan.....................................................................................................
2
BAB III. Penutup...........................................................................................................
8
A. Kesimpulan........................................................................................................8
B. Kritik dan
Saran................................................................................................
8
Daftar
Pustaka...............................................................................................................
9
BAB
I
Pendahuluan
A.
LATAR BELAKANG
Di Indonesia,
pertumbuhan penduduk semakin meningkat, terutama di daerah perkotaan seperti
Jakarta. Banyak masyarakat desa mencari kehidupan yang lebih baik di perkotaan.
Mereka berfikir bahwa di perkotaan adalah sumber mata pencaharian terbesar
dibandingkan di pedesaan. Mereka juga menganggap bahwa kehidupan di kota lebih
baik daripada di desa. Namun, pada kenyataannya kehidupan di kota tidak sebaik
yang mereka bayangkan.
Selain peningkatan jumlah penduduk, tingkat pengangguran di kota juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya laju urbanisasi di kota-kota besar dan kurangnya lapangan pekerjaan. Penyebab ini mengakibatkan kekecewaan masyarakat desa yang sebelumnya telah menggantungkan harapannya di kota.
Untuk mengurangi tingkat pengangguran di perkotaan, sebaiknya masyarakat pedesaan yang berharap mendapatkan kehidupan yang yang lebih layak di kota lebih berfikir ulang untuk melakukannya. Karena jika hal itu terjadi, bukan mereka saja yang akan merasakan kekecewaan, masyarakat kota sendiripun akan terbebani karena kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik terhambat. Selain itu juga tingkat pengangguran akan semakin meningkat.
Selain peningkatan jumlah penduduk, tingkat pengangguran di kota juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya laju urbanisasi di kota-kota besar dan kurangnya lapangan pekerjaan. Penyebab ini mengakibatkan kekecewaan masyarakat desa yang sebelumnya telah menggantungkan harapannya di kota.
Untuk mengurangi tingkat pengangguran di perkotaan, sebaiknya masyarakat pedesaan yang berharap mendapatkan kehidupan yang yang lebih layak di kota lebih berfikir ulang untuk melakukannya. Karena jika hal itu terjadi, bukan mereka saja yang akan merasakan kekecewaan, masyarakat kota sendiripun akan terbebani karena kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik terhambat. Selain itu juga tingkat pengangguran akan semakin meningkat.
B. TUJUAN
Memahami dan menghayati kenyataan
yang diwujudkan oleh gejolak masyarakat perkotaan, memahami dan
menghayati kenyataan sosial yang diwujudkan oleh keberadaan masyarakat
pedesaan, mengkaji hubungan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.
C. RUMUSAN MASALAH
Kehidupan
bermasyarakat kita dalam tipe lingkungan tempat tinggal dapat dibedakan jadi
dua bagian, yaitu masyarakat pedesaan dan perkotaan. Apa pengertian masyarakat
pedesaan dan perkotaan? Apa ciri-ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa
perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan? Apa hubungan dari
masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa dampak dari hubungan antara masyarakat
pedesaan dan perkotaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas dalam
makalah ini.
BAB 2
PEMBAHASAN
Manusia
pada dasarnya adalah makhluk sosial yang memiliki naluri untuk hidup dengan
orang lain, karena sejak dilahirkan sudah memiliki keinginan yang ingin
dicapai. Dalam hal ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Pengertian Masyarakat secara umum
Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya. Atau dengan kata lain, kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat.
Masyarakat dalam arti sempit adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial (wilayah), bangsa, golongan, dan sebagainya. Contoh, ada masyarakat jawa, masyarakat sunda, masyarakat minang, masyarakat petani, dan sebagainya.
Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya. Atau dengan kata lain, kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat.
Masyarakat dalam arti sempit adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial (wilayah), bangsa, golongan, dan sebagainya. Contoh, ada masyarakat jawa, masyarakat sunda, masyarakat minang, masyarakat petani, dan sebagainya.
·
Pengertian Masyarakat Menurut Para Tokoh
R. Linton : masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama.
R. Linton : masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama.
·
M. J. Herskovits : masyarakat adalah
kelompok individu yang dioraganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
·
J. L. Gillin dan J. P. Gillin : masyarakat
adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap
dan perasaan persatuan yang sama.
·
S. R.
Steinmetz : masyarakat adalah kelompok manusia yuang terbesar yang meliputi
pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai
perhubungan yang erat dan teratur.
·
Hasan
Shadily : masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa
manusia, yang dengan atau sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh
kebatinan satu sama lain.
Masyarakat pada
umumnya mempunyai ciri-ciri dengan kriteria seperti di bawah ini:
1) Manusia yang hidup
bersama, sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
2) Bercampur atau bergaul
dalam jangka waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan
manusia baru. Sebagai akibat dari hidup bersama, timbul sistem komunikasi dan
peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
3) Sadar bahwa mereka
merupakan satu kesatuan.
4) Merupakan suatu sistem
hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka
merasa dirinya terkait satu sama lain.
Pengertian Masyarakat
Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community, adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Pengertian kota sendiri adalah suatu himpunan penduduk masalah yang tidak agraris, yang bertempat tinggal di dalam dan di sekitar suatu kegiatan ekonomi, pemerintah, kesenian, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.
Ciri-ciri yang menonjol pada masyarakat kota
1) Kurangnya kehidupan keagamaan bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2) Pada umumnya, masyarakat perkotaan tidak bergantung pada orang lain.
3) Pembagian kerja diantara warga-warga kota lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4) Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
5) Pada umumnya, masyarakat perkotaan berpikir secara rasional, menyebabkan interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
6) Pada umumnya, masyarakat perkotaan lebih cermat dalam membagi waktu.
7) Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
Pengertian desa dan
masyarakat pedesaan
Menurut Sutardjo Kartohadikusuma, desa adalah
suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan
sendiri.
Menurut Bintarto, desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
Menurut Paul H. Landis, desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
Adapun yang dimaksud dengan masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (homogen) di suatu daerah (wilayah) tertentu dengan bermata pencaharian dari sektor pertanian (agraris).
Menurut Bintarto, desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
Menurut Paul H. Landis, desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
Adapun yang dimaksud dengan masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (homogen) di suatu daerah (wilayah) tertentu dengan bermata pencaharian dari sektor pertanian (agraris).
Ciri-ciri desa dan
pedesaan
a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti, iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti, iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
(d)Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari
pertanian.
(e) Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat dan sebagainya.
(e) Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat dan sebagainya.
Perbedaan masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan
Pada dasarnya segala hal di dalam
kehidupan kita pasti memiliki perbedaan dan persamaan. Sama halnya dengan
perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Perbedaan antara
masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut:
1) Dalam segi sosial,
pada umumnya masyarakat pedesaan akan lebih aktif dalam hubungan bermasyarakat
dibandingkan masyarakat perkotaan.
2) Dalam segi pekerjaan,
pada masyarakat pedesaan cenderung lebih stagnan, dibandingkan masyarakat
perkotaan. Pada masyarakat pedesaan akan sering ditemui pekerjaan seperti
petani, peternak, nelayan, dan lain-lain. Namun pada masyarakat perkotaan akan
ditemukan beragam mata pencaharian dari gaji yang paling rendah sampai gaji
yang paling tinggi.
3) Segi kepadatan penduduk,
pada masyarakat perkotaan akan cenderung lebih padat dibandingkan masyarakat
perkotaan. Hal ini akan berhubungan dengan hubungan antara masyarakat pedesaan
dan masyarakat perkotaan.
4) Dari segi budaya,
masyarakat pedesaan akan cenderung mempertahankan budaya dan adatnya,
dibandingkan dengan masyarakat perkotaan yang lebih heterogen, sehingga budaya,
agama, dan sosial akan cenderung terlihat berbeda-beda pada setiap manusianya.
Hubungan Pedesaan dan Perkotaan
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah. Akan tetapi, keduanya mempunyai hubungan yang erat dan ketergantungan satu sama lain, karena diantara mereka saling membutuhkan.
Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi.
Akibat positif dan
negatif yang ditimbulkan dari urbanisasi
Akibat positif :
a) Bertambahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh penduduk desa yang tinggal di kota.
b) Adanya perubahan status sosial pada masyarakat desa itu sendiri.
Akibat negatif :
a) Pengangguran
b) Naiknya kriminalitas
c) Persoalan pewismaan (tempat tinggal)
d) Kenakalan anak-anak atau kejahatan anak-anak
a) Pengangguran
b) Naiknya kriminalitas
c) Persoalan pewismaan (tempat tinggal)
d) Kenakalan anak-anak atau kejahatan anak-anak
BAB 3
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Masyarakat
dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan
tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan masyarakat
dalam arti sempit adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek
tertentu, misalnya teritotial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya dan lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang kehidupannya masih dikuasai oleh adat istiadat lama.
Adapun ciri-ciri yang dapat membedakan masyarakat kota dan masyarakat desa adalah jumlah dan kepadatan penduduk, lingkungan hidup, mata pencaharian, corak kehidupan sosial, stratifikasi sosial, mobilitas sosial, pola interaksi sosial, solidaritas sosial dan kedudukan dalam hierarki sistem administrasi sosial.
Hubungan antara masyarakat kota dan masyarakat desa, keduanya saling membutuhkan dan saling ketergantungan. Masyarakat kota membutuhkan hasil produksi dari masyarakat desa, seperti pangan. Begitupun masyarakat desa membutuhkan hasil produksi dari masyarakat kota, seperti minyak tanah, transportasi dan sebagainya.
Urbanisasi merupakan proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Sedangkan yang dimaksud dengan urbanisme adalah perilaku hidup atau cara hidup masyarakat di kota.
Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya dan lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang kehidupannya masih dikuasai oleh adat istiadat lama.
Adapun ciri-ciri yang dapat membedakan masyarakat kota dan masyarakat desa adalah jumlah dan kepadatan penduduk, lingkungan hidup, mata pencaharian, corak kehidupan sosial, stratifikasi sosial, mobilitas sosial, pola interaksi sosial, solidaritas sosial dan kedudukan dalam hierarki sistem administrasi sosial.
Hubungan antara masyarakat kota dan masyarakat desa, keduanya saling membutuhkan dan saling ketergantungan. Masyarakat kota membutuhkan hasil produksi dari masyarakat desa, seperti pangan. Begitupun masyarakat desa membutuhkan hasil produksi dari masyarakat kota, seperti minyak tanah, transportasi dan sebagainya.
Urbanisasi merupakan proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Sedangkan yang dimaksud dengan urbanisme adalah perilaku hidup atau cara hidup masyarakat di kota.
B.KRITIK DAN SARAN
Untuk
terpenuhinya hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
diperlukan regulasi yang jelas sehingga hubungan tersebut dapat terlaksana
dengan baik, dan dapat pula meminimalisir dampak-dampak negatif yang dihasilkan.
Hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan sebenarnya sangat dibutuhkan
dan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya.
Daftar Pustaka
http://makalahratih.blogspot.co.id/2011/11/masyarakat-perkotaan-dan-pedesaan.html
http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html.
http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar