Senin, 07 November 2016

Ilmu Sosial Dasar (Softskill)

download.jpg

Ilmu Sosial Dasar
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
1IA08

Disusun Oleh:
Marco Abel Zefanya
NPM : 54416247


KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan Hidayat-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini dibuat bukan hanya untuk melengkapi tugas mata kuliah Ilmu Sosial  Dasar, tapi juga diharapkan bisa sebagai pedoman untuk menambah pengetahuan tentang perubahan sosial di kehidupan masyarakat, sehingga kita bisa beradaptasi dan menyaring hal-hal yang positif dari kebudayaan baru yang akan berubah semakin cepat.
Semoga Makalah ini bermanfaat bagi kita dalam usaha mewujudkan proses kemajuan dalam kehidupan sosial dan berbudaya.Saya Mohon Maaf apabila pada makalah ini masih banyak kekurangan dan salah kata.Oleh karena itu kami membutuhkan saran dan kritik dari anda untuk pembuatan makalah yang selanjutnya agar menjadi lebih baik.

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................................................................. I
Daftar Isi........................................................................................................................ II


BAB I. Pendahuluan...................................................................................................... 1
A.     Latar Belakang.................................................................................................. 1
B.  Tujuan................................................................................................................1
C.     Rumusan Masalah............................................................................................. 1


BAB II. Pembahasan..................................................................................................... 2


BAB III. Penutup........................................................................................................... 8
A.     Kesimpulan........................................................................................................8
B.     Kritik dan Saran................................................................................................ 8
Daftar Pustaka............................................................................................................... 9










BAB I
 Pendahuluan
A.   LATAR BELAKANG
            Di Indonesia, pertumbuhan penduduk semakin meningkat, terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta. Banyak masyarakat desa mencari kehidupan yang lebih baik di perkotaan. Mereka berfikir bahwa di perkotaan adalah sumber mata pencaharian terbesar dibandingkan di pedesaan. Mereka juga menganggap bahwa kehidupan di kota lebih baik daripada di desa. Namun, pada kenyataannya kehidupan di kota tidak sebaik yang mereka bayangkan.
Selain peningkatan jumlah penduduk, tingkat pengangguran di kota juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya laju urbanisasi di kota-kota besar dan kurangnya lapangan pekerjaan. Penyebab ini mengakibatkan kekecewaan masyarakat desa yang sebelumnya telah menggantungkan harapannya di kota.
Untuk mengurangi tingkat pengangguran di perkotaan, sebaiknya masyarakat pedesaan yang berharap mendapatkan kehidupan yang yang lebih layak di kota lebih berfikir ulang untuk melakukannya. Karena jika hal itu terjadi, bukan mereka saja yang akan merasakan kekecewaan, masyarakat kota sendiripun akan terbebani karena kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik terhambat. Selain itu juga tingkat pengangguran akan semakin meningkat.

B.   TUJUAN
            Memahami dan menghayati kenyataan yang diwujudkan oleh gejolak masyarakat  perkotaan, memahami dan menghayati kenyataan sosial yang diwujudkan oleh keberadaan masyarakat pedesaan, mengkaji hubungan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.

C.  RUMUSAN MASALAH
            Kehidupan bermasyarakat kita dalam tipe lingkungan tempat tinggal dapat dibedakan jadi dua bagian, yaitu masyarakat pedesaan dan perkotaan. Apa pengertian masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa ciri-ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan? Apa hubungan dari masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa dampak dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas dalam makalah ini.

BAB 2
PEMBAHASAN
                Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain, karena sejak dilahirkan sudah memiliki keinginan yang ingin dicapai. Dalam hal ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Pengertian Masyarakat secara umum
 Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya. Atau dengan kata lain, kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat.
 Masyarakat dalam arti sempit adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial (wilayah), bangsa, golongan, dan sebagainya. Contoh, ada masyarakat jawa, masyarakat sunda, masyarakat minang, masyarakat petani, dan sebagainya.
·        Pengertian Masyarakat Menurut Para Tokoh
       R. Linton : masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama.
·         M. J. Herskovits : masyarakat adalah kelompok individu yang dioraganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
·         J. L. Gillin dan J. P. Gillin : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.
·        S. R. Steinmetz : masyarakat adalah kelompok manusia yuang terbesar yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.
·        Hasan Shadily : masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan atau sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
Masyarakat pada umumnya mempunyai ciri-ciri dengan kriteria seperti di bawah ini:
1)      Manusia yang hidup bersama, sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
2)      Bercampur atau bergaul dalam jangka waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia baru. Sebagai akibat dari hidup bersama, timbul sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
3)      Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
4)      Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu sama lain.
Pengertian Masyarakat Perkotaan

               Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community, adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Pengertian kota sendiri adalah suatu himpunan penduduk masalah yang tidak agraris, yang bertempat tinggal di dalam dan di sekitar suatu kegiatan ekonomi, pemerintah, kesenian, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.
Ciri-ciri yang menonjol pada masyarakat kota           

1) Kurangnya kehidupan keagamaan bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2) Pada umumnya, masyarakat perkotaan tidak bergantung pada orang lain.
3) Pembagian kerja diantara warga-warga kota lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4) Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
5) Pada umumnya, masyarakat perkotaan berpikir secara rasional, menyebabkan interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
6) Pada umumnya, masyarakat perkotaan lebih cermat dalam membagi waktu.
7) Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Pengertian desa dan masyarakat pedesaan

               Menurut Sutardjo Kartohadikusuma, desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.
Menurut Bintarto, desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
Menurut Paul H. Landis, desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
Adapun yang dimaksud dengan masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (homogen) di suatu daerah (wilayah) tertentu dengan bermata pencaharian dari sektor pertanian (agraris). 



Ciri-ciri desa dan pedesaan

a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti, iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
(d)Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
(e) Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat dan sebagainya.

Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
               Pada dasarnya segala hal di dalam kehidupan kita pasti memiliki perbedaan dan persamaan. Sama halnya dengan perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Perbedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut:
1)      Dalam segi sosial, pada umumnya masyarakat pedesaan akan lebih aktif dalam hubungan bermasyarakat dibandingkan masyarakat perkotaan.
2)      Dalam segi pekerjaan, pada masyarakat pedesaan cenderung lebih stagnan, dibandingkan masyarakat perkotaan. Pada masyarakat pedesaan akan sering ditemui pekerjaan seperti petani, peternak, nelayan, dan lain-lain. Namun pada masyarakat perkotaan akan ditemukan beragam mata pencaharian dari gaji yang paling rendah sampai gaji yang paling tinggi.
3)      Segi kepadatan penduduk, pada masyarakat perkotaan akan cenderung lebih padat dibandingkan masyarakat perkotaan. Hal ini akan berhubungan dengan hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
4)      Dari segi budaya, masyarakat pedesaan akan cenderung mempertahankan budaya dan adatnya, dibandingkan dengan masyarakat perkotaan yang lebih heterogen, sehingga budaya, agama, dan sosial akan cenderung terlihat berbeda-beda pada setiap manusianya.

 Hubungan Pedesaan dan Perkotaan

               Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah. Akan tetapi, keduanya mempunyai hubungan yang erat dan ketergantungan satu sama lain, karena diantara mereka saling membutuhkan.
Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi.

Akibat positif dan negatif yang ditimbulkan dari urbanisasi 

Akibat positif :
a) Bertambahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh penduduk desa yang tinggal di kota.
b) Adanya perubahan status sosial pada masyarakat desa itu sendiri.

Akibat negatif :
a) Pengangguran
b) Naiknya kriminalitas
c) Persoalan pewismaan (tempat tinggal)
d) Kenakalan anak-anak atau kejahatan anak-anak













BAB 3
PENUTUP

A.KESIMPULAN
               Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan masyarakat dalam arti sempit adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritotial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya dan lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang kehidupannya masih dikuasai oleh adat istiadat lama.
Adapun ciri-ciri yang dapat membedakan masyarakat kota dan masyarakat desa adalah jumlah dan kepadatan penduduk, lingkungan hidup, mata pencaharian, corak kehidupan sosial, stratifikasi sosial, mobilitas sosial, pola interaksi sosial, solidaritas sosial dan kedudukan dalam hierarki sistem administrasi sosial.
Hubungan antara masyarakat kota dan masyarakat desa, keduanya saling membutuhkan dan saling ketergantungan. Masyarakat kota membutuhkan hasil produksi dari masyarakat desa, seperti pangan. Begitupun masyarakat desa membutuhkan hasil produksi dari masyarakat kota, seperti minyak tanah, transportasi dan sebagainya.
Urbanisasi merupakan proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Sedangkan yang dimaksud dengan urbanisme adalah perilaku hidup atau cara hidup masyarakat di kota.

B.KRITIK DAN SARAN
               Untuk terpenuhinya hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan diperlukan regulasi yang jelas sehingga hubungan tersebut dapat terlaksana dengan baik, dan dapat pula meminimalisir dampak-dampak negatif yang dihasilkan. Hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan sebenarnya sangat dibutuhkan dan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya.



Daftar Pustaka
http://makalahratih.blogspot.co.id/2011/11/masyarakat-perkotaan-dan-pedesaan.html
http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html.