Minggu, 12 Januari 2020

Formulasi dan Presentasi Rencana Bisnis

Formulasi dan Presentasi Rencana Bisnis

Jenis Bidang Usaha -  Sumber daya

·         Pengolahan(manufacturing)

·         perdagangan (trading)

·         jasa (service)

·         Man

·         Money

·         Material

·         Methods

·         Markets

·         Technology

 

Formulasi Penyusunan Rencana Bisnis

1.      Ide Usaha (Business Idea)

·         Peninjauan lingkungan terhadap usaha yang berhasil

·         Peninjauan lingkungan terhadap kebutuhan konsumen yang belum dipenuhi

·         Peninjauan lingkungan terhadap kelemahan produk saat ini

·         Peninjauan lingkungan dengan menggunakan tolak ukur

 

2.      Tahap Perumusan Konsep Usaha

Penjabaran ide usaha ke dalam dimensi bisnis yang relevan:

·         peninjauan lingkungan

·         analisis situasional

 

3.      Studi kelayakan usaha Kelayakan teknik (technical feasibility)

·         Kelayakan pemasaran (marketing feasibility)

·         Kelayakan keuangan (financial feasibility)

·         Kemampuan organisasional (organizational capabilities)

·         Analisis persaingan (competitive analysis)

 

4.      penyusunan rencana bisnis

Mengembangkan visi, misi, tujuan, strategi dan kebijakan dari suatu usaha baruMengembangkan manajemen perusahaan yang menyangkut kegiatan penetapan direksi perusahaan (para manajer utama perusahaan)Mengembangkan lingkungan internal perusahaan (struktur organisasi, budaya perusahaan, sumberdaya organisasi)Mengembangkan proyeksi kerja perusahaan (titik impas, perkiraan penjualan, HPP, perkiraan L/R, neraca, cashflow, payback period)

 

Dalam mengenalkan bisnis, baik itu kepada calon investor, supllier, atau mitra bisnis strategis lainnya, kita membutuhkan media komunikasi yang baik.

Salah satu platform paling populer yang biasanya digunakan untuk presentasi profil perusahaan atau bisnis adalah dengan menggunakan Power Point. Ada beberapa alasan mengapa Anda perlu mempresentasikan bisnis Anda dalam format seperti ini, berikut diantara kelebihannya:

 

o   Umum digunakan baik perseorangan maupun perusahaan
o   Informasi dapat disampaikan secara runut
o   Dapat menguatkan pesan dengan gambar
o   Disampaikan berdasarkan poin-poin utama

Contoh Presentasi Bisnis yang Baik


Dalam membuat presentasi bisnis yang baik, tidak semua informasi yang berkaitan dengan bisnis Anda harus disampaikan.Jangan pula memberikan info yang sifatnya primer, namun hanya diberikan setengah-setengah, karena itu akan membingungkan audience Anda.Berikanlah informasi yang sekiranya memang dibutuhkan oleh pembaca atau penonton presentasi Anda. Kenali apa yang mereka butuhkan.

Sederhananya, apabila Anda membuat presentasi untuk investor, maka sertakanlah peta market serta dana yang sedang Anda butuhkan. Jika Anda ingin mempresentasikan kepada mitra bisnis strategis, maka komunikasikan nilai lebih dari produk yang Anda tawarkan, dan seterusnya.

Secara umum, poin-poin utama yang harus ada dalam presentasi bisnis terutama yang berupa produk, dapat mengacu pada format ini. Format di bawah ini sudah cuHayakup lengkap sebagaimana presentasi di dalam company profile maupun business plan.

 

Isi Presentasi Bisnis

Berikut yang harus dimuat dalam sebuah presentasi bisnis:

1.      Latar belakang, masalah dibalik lahirnya ide bisnis

2.      Alasan yang kuat, mengapa bisnis Anda adalah solusi

3.      Bisnis model, bagaimana cara Anda menghasilkan uang

4.      Nilai tambah, yang menjadikan bisnis atau produk Anda berbeda

5.      Ukuran pasar, siapa yang jadi target market dan seberapa besar potensinya

6.      Perhitungan finansial, bagaimana proyeksi keuntungannya

7.      Kondisi existing dari bisnis Anda

8.      Kebutuhan perusahaan Anda sekarang


Refrensi :

Minggu, 05 Januari 2020

Pengembangan Proposal Proyek


Analisi situasi pasar
Jenis jasa yang ditawarkan adalah media sms promosi ke pelanggan. Jadi jasa ini memberikan promosi lewat sms, jadi bila butuh promosi untuk menjualkan barang bisa dengan jasa ini karena selain lebih menghemat waktu dengan cara ini juga lebih mudah dibandingkan dengan cara lain. Selain sebagai media promosi juga dapat sebagai media broadcast informasi.

Analisis Pesaing
            Jenis jasa dibidang ini dilihat masih sangat sedikit, sehingga peluang untuk melakukan jasa ini  sangat besar dan keuntungan yang didapat juga makin besar karena pesaing bisnis jarang atau sedikit.

Starategi promosi
            Strategi promosi yang dilakukan adalah dengan menaruh iklan di web terkenal yang memiliki jumlah pengunjung banyak. Dan dengan menaruh iklan di situs jual beli online. Karena dengan cara tersebut lebih mudah untuk mendapat pelanggan.

Regulasi dan prosedur pengadaan barang/ jasa
Regulasi cara kerja dari pengadaan jasa ini yaitu konsultasi dengan pelanggan apa yang diinginkan untuk jasa media sms promosi, bila sudah terjadi kesepakatan maka sms akan langsung dikirim kepada pelanggan. Yang menerima iklan ini bisa dari database nomor hp yang tersedia atau bisa dari pelanggan. Maksimal 160 karakter per SMS, bila lebih maka akan disesuaikan dengan jumlah SMS. Jika pengiriman sms telah selesai, akan dikirim bukti pengiriman sms via email.




Sumber informasi
            Sumber bisnis jasa ini berasal dari kerjasama, sehingga terciptalah jenis jasa penyedia sms promosi ini.
Rincian biaya yang dikeluarkan dalam membangun usaha ini adalah sebagai berikut.

No
Barang
Biaya
1
Laptop Toshiba satellite L745
Rp. 7.000.000
2
Sistem Operasi Windows 7 Home Premium
Rp. 1000.000
3
Internet
Rp. 300.000
4
Modem dan Router
RP. 500.000
5
Software Pendukung
Rp. 500.000
6
Lain - lain
Rp. 300.000
Jumlah
Rp. 9.600.000



Metodologi Pengembangan Proyek

Studi Kelayakan
            Mempelajari pasar dengan pasti sehingga pelanggan menjadi puas akan jasa yang ditawarkan.

Desain Fungsi
           Melakukan desain sistem secara detail, mulai dari Context  Diagram, Data Flow Diagram (DFD),  desain file, desain tabel,  relasi tabel dsb sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi pelayanan yang dikehendaki.

Pemrograman
           Melakukan coding untuk merealisasikan desain fungsi yang telah dibuat. Sehingga program dapat berjalan dengan baik.

Pengujian 
            Dilakukan agar dapat diketahui apakah program masih terdapat error atau bug. Jika masih terdapat error dan bug akan dilakukan perbaikan lagi.

Pemeliharaan
           Melakukan pengecekan (maintenance) secara berkala agar program tidak terjadi kerusakan yang menyebabkan error.

Pengembangan Rencana Bisnis Informatika

Regulasi dan Prosedur Pendirian Perushaan 

Bentuk usaha PT “PT KAI INDONESIA” merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Badan Usaha MIlik Negara (atau BUMN) ialah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Status pegawai badan usaha-badan usaha tersebut adalah karyawan BUMN bukan pegawai negeri. BUMN sendiri sekarang ada 3 macam yaitu Perjan, Perum dan Persero. Dengan mengelola berbagai produksi BUMN,pemerintah mempunyai tujuan untuk mencegah monopoli pasar atas barang dan jasa publik oleh perusahaan swasta yang kuat.Karena,apabila terjadi monopoli pasar atas barang dan jasa yang memenuhi hajat hidup orang banyak,maka dapat dipastika bahwa rakyat kecil yang akan menjadi korban sebagai akibat dari tingkat harga yang cenderung meningkat.

1.Prosedur dan legalitasnnya :

Tahapan Pengurusan Izin Pendirian

Bagi perusahaan skala besar hal ini menjadi prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hinga izin perluasan. Untuk beberapa jenis perusahaan misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi. Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :


Akta PT KAI Indonesia :

KAI didirikan sesuai dengan akta tanggal 1 Juni 1999 No. 2 yang dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Sp.N., Notaris di Jakarta, dan kemudian diperbaiki kembali sesuai dengan akta tanggal 13 September 1999 No. 14. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan tanggal 1 Oktober 1999 No. C-17171 HT.01.01.TH.99 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 14 Januari 2000 No. 4 Tambahan No. 240/2000.



Tahapan pengesahan menjadi badan hukum

Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum. Akan tetapi setiap usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).

Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani

Usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.

Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain.

yang terkait Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan, Izin Reklame, dll.

2. SDM dan Organisasi

Struktur organisasi PT KAI indonesia



Vice President   :  Sebagai pimipinan Subdivre 3.1 KPT yang memiliki kuasa dan pemberi keputusan terhadap perusahaan atas laporan yang telah diberikan
Manager SDM   : Sebagai pengatur dan pemimpin unit SDM yang berhubungan dengan masalah kepegawaian
Manager Keuangan : Sebagai pengatur dan pimpinan unit keuangan yang berhubungan dengan masalah keuangan
Manager Operasional : Sebagai pengatur dan pemimpin unit operasional kereta api
Ass.Man Penggajian :Sebagai  wakil manager SDM  yang mengatur  dibagian penggajian
Ass.Man SDM :Sebagai wakil Manager SDM yang mengatur dibagian SDM
Ass.Man Dokumen dan Kerumah tanggaan: sebagai wakil manager SDM yang mengatur dibagian dokumen dan kerumah tanggaan.
Ass.Man.Anggaran: sebagai wakil manager keuangan yang mengatur dibagian anggaran.
Ass. Man.Akuntansi : sebagai wakil manager keuangan yang mengatur dibagian akuntansi.
Ass.Man. Keuangan : sebagai wakil manager keuangan yang mengatur dibagian keuangan.
Junior Manager Penagihan : sebagai wakil manager keuangan yang mengatur dibagian penagihan asset – asset kereta api.
Perbendaharaan : sebagai wakil manager keuangan yang mengatur dibagian kas sub divre 3.1 KPT.
Ass.Man.Perka : sebagai wakil manager operasional yang mengatur dibagian perjalanan kereta api.
Ass.Man.Operasi Sarana : sebagai wakil manager operasional yang mengatur dibagian operasi sarana.
Ass.Man.Pelayanan : sebagai wakil manager operasional yang mengatur dibagian pelayanan jasa.
Pelaksana : Melaksanakan apa yang ditugaskan para ass.man sesuai dengan unitnya masing-masing.

Sistem Pengajian



Dalam perhitungan gaji karyawan PT kereta api Indonesia belum menggunakan dokumen kartu jam kerja (KJK) da kartu jam hadir (KJH) sebagai acuan perhitungan gaji. Seharusnya perhitungan gaji mempertitungkan Kartu Jam Kerja (KJK) dan Kartu Jam Hadir (KJH) sehingga diajukan dokumen baru dalam perhitungan gaji PT Kereta Api Indonesia Kartu Jam Kerja (KJK) dan Kartu Jam Hadir (KJH).

3.Aspek Pemasaran

PT KAI bergerak dalam bidang jasa transportasi kereta, merupakan perushaan BUMN pemerintah indonesia .

Strategi Pemasaran

Strategi Perusahaan secara umum Untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki beberapa strategi dalam memberikan pelayanannya, yaitu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menggunakan berbagai jenis kereta yang disesuaikan dengan tingkat segmentasi penumpangnya. Diantaranya kereta api kelas ekonomi yang di peruntukkan untuk kalangan menengah ke bawah, kelas bisnis yang di peruntukkan untuk kalangan menengah sedang, serta kelas eksekutif yang di peruntukkan untuk kalangan menengah ke atas.

Analisis Situasi Pasar :
Product :
Strategi Produk yang dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero):
Basic Comfort Kereta:
Pemenuhan standar kenyamanan bagi penumpang Misalnya : fasilitas AC , hiburan, kipas angin, kebersihan dll.
Pemenuhan SF Gapeka (SF Baku) :
Menjamin sistem pemasaran tiket H – 30, Memperpanjang atau menambah perjalanan KA
Mengantisipasi hari ramai (liburan sekolah, lebaran, natal, tahun baru)
Relokasi Rangkaian:
Pengalihan rangkaian kereta ke daerah yang mempunyai  pasar lebih besar atau menjalankan KA baru didaerah baru yang lebih potensial
Peningkatan kepedulian front liner:
Meningkatkan pelayanan terhadap  penumpang / pelanggan  baik selama   di   stasiun   maupun   dalam   perjalanan   KA   (aspek keramahan, daya tanggap, dll.)
Pengecatan kereta:
Merubah image pelayanan dan standarisasi warna kereta yang selama ini tidak sama untuk beberapa kelas KA

Strategi Promosi :

Ticketing On-Line
Memperluas jaringan pemasaran di stasiun lain yang belum on-line, sehingga mempermudah konsumen mendapatkan tiket di stasiun – stasiun tersebut.
Keagenan On-Line
Memperluas jaringan pemasaran tiket di luar lokasi stasiun sehingga lebih menjangkau ke daerah yang jauh dan tersebar dari lokasi stasiun (mendekatkan diri dengan konsumen).
 Intermoda On-Line
Memperluas jaringan pemasaran melalui kerjasama dengan moda lain (melalui perintisan kerjasama dengan sistem ticketing perusahaan penerbangan Garuda).

Media Promosi :

1.Periklanan (advertising)
Bentuk-bentuk periklanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) antara lain:
· Surat kabar: Kontak Kereta Api
· Website     : www.kereta-api.co.id
· Majalah     : REL
2. Promosi Penjualan (sales promotion)
Kegiatan sales promotion PT. Kereta Api Indonesia yaitu:
Tiket Kereta Api Gratis Untuk Korban Bencana Merapi

4.Aspek Keuangan

Anggaran PT KAI :

Kementerian Perhubungan sepakat mengucurkan dana kewajiban pelayanan publik (PSO) bidang angkutan kereta api kelas ekonomi tahun 2016 kepada operator PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp1,8 triliun atau naik 20 persen dari anggaran 2015. Direktur Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 22 Desember 2015, mengatakan kenaikan tersebut berdasarkan daftar isian pelaksanaan (DIPA) Anggaran 2016 tertanggal 17 Desember 2015.
Penandatanganan kontrak PSO tersebut dilaksanakan pagi tadi antara Dirjen Perekeretaapian dengan Direktur Utama PT KAI disaksikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. "Penandatanganan PSO tahun 2016 yang lebih cepat dari penandatanganan 2015 diharapkan dapat membantu PT KAI untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat," katanya. Untuk PSO 2016, dia menjelaskan, terdapat beberapa KA baru yang sebelumnya tidak memperoleh PSO, contohnya KA Sri Lelawangsa dengan relasi Medan-Binjai sebelumnya memiliki tarif Rp 10 ribu setelah mendapat PSO menjadi Rp 5 ribu. "Terdapat juga sejumlah KA yang mengalami kenaikan tarif dan tidak memperoleh PSO," katanya. Rincian alokasi PSO Rp 1,8 triliun, di antaranya KA jarak jauh Rp 105 miliar, KA jarak sedang Rp 133 miliar, KA jarak dekat Rp 409 miliar, KRD  Rp66 triliun, KA Lebaran Rp1,4 miliar dan KRL Rp 1,1 triliun.

Perkembangan Bisnis :

Pada tahun 2003, 2004 dan 2006 realisasi pendapatan nonangkutan lebih besar daripada target pendapatan RKAP padatahun tersebut. Namun, pada tahun 2002 dan 2005 realisasipendapatan non angkutan lebih rendah daripada targetpendapatan yang ada dalam RKAP. Sedangkan jira ditinjauterhadap RJPP, hanya pada tahun 2006 melampaui target yang telah ditetapkan. Untuk lebih detailnya dapat dilihat pada
Tabel 2.1


Prasarana dan Sarana :

Antara tahun 2002 - 2006 terjadi peningkatan panjang jalan rel.Pada tahun 2002, total panjang jalan rel mencapai 4.564 km,pada tahun 2004 panjang jalan rel menjadi 4.644 km sedangkantahun 2005 - 2006 panjang jalan rel menjadi 4.675 km.Dari segi kualitas, tahun 2002 merupakan tahun yang terburuk dimana panjang jalan rel dengan kualitas baik Q≤35 hanyamencapai 1.016 km, sedangkan untuk panjang jalan rel yangtidak terukur sebesar 44% dari total panjang jalan rel yangberoperasi (4.644 km). Begitu pula pada tahun 2004 – 2005terjadi penurunan kualitas dari 2.434 km menjadi 2.322 km(2004) dan selanjutnya menjadi 2.294 km (2005). Untuk panjang jalan rel dengan kualitas buruk, tahun 2004 mengalamipeningkatan yang sangat signifikan yaitu dari 160 km (2003)menjadi 736 km

Referensi :

http://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/kepmen/2015/KP_208_Tahun_2015.pdf
http://www.kppbumn.depkeu.go.id/Pelayanan/AR/PK3/Teguh.htm
http://nadiayashinta.blogspot.co.id/2013/11/regulasi-dan-prosedur-pendirian.html
http://kip.kereta-api.co.id/page/Struktur%20Organisasi%20PT.%20Kereta%20Api%20Indonesia%20%28Pesero%29/17
http://vinitarahmawati.mhs.narotama.ac.id/2015/11/25/struktur-organisasi-pt-kereta-api-indonesia-persero/#more-82
http://publication.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/8106/1/PRESENTASI%20PENULISAN%20ILMIAH%20VERAWATI.pdf
http://candraraharja14.blogspot.co.id/2015/12/pemasaran-pt-kai-indonesia.html
Read more at https://bisnis.tempo.co/read/729985/anggaran-untuk-pt-kai-naik-menjadi-rp-18-triliun#v7ZBtCxt0sjJF642.99
https://www.scribd.com/doc/59299559/Manajemen-Strategi-PT-KERETA-API-INDONESIA-Persero-Tahun-2009-2013