Selasa, 26 Desember 2017

Pembuatan Aplikasi untuk Anak-Anak

Marco Abel Zefanya (54416247)

Postingan ini dibuat untuk keperluan tugas mata kuliah PTI (Softskill).
Pada semester ini kami semua diberi tugas kelompok,untuk membuat Aplikasi/Program apa saja yang bertemakan Edukasi,Dan aplikasi/program yang nantinya dibuat akan ditujukan kepada anak-anak SD.
Saya akan menceritakan sedikit apa saja kesulitan dalam membuat aplikasi yang bernama Clever Kids.
1.Menentukan Judul
Pada saat aplikasi sudah hampir selesai / jadi,nama aplikasi yang sudah di tentukan oleh kelompok saya adalah CleverKids
2.Animasi dan Backsound
Karena waktu deadline sudah sangat dekat,akhirnya Aplikasi yang dibuat belum 100% selesai karena belum ada animasi serta backsound.

Mungkin sekian yang bisa kelompok saya bagikan kepada pembaca blog ini,untuk kedepannya kita akan menyelesaikan Aplikasi Clever Kids sampai tuntas 100% dengan target utama anak-anak SD,agar menambah wawasan mereka.
Sekian pengalaman dari kelompok saya,Terima Kasih.

Minggu, 01 Januari 2017

Tugas SoftSkill MAKALAH

TUGAS SOFTSKILL

TEKNOLOGI DAN MEMBERANTAS KEMISKINAN




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3kxiyeRNkEY3cXFs4VuvYfg0fQa-M2drKrzZCK_2canfm_yFG2uAjaL5bSScjeYXAqgVU6XuLZ8Ij_T0JXXyAW-9wK76-XriaJDfC5g_95oKdD0oTUvFl3fF5S7SjmQmFDPEETdIUynk/s320/LOGO+UNIV+GUNADARMA.png




Marco Abel Zefanya

NPM : 54416247

1IA08

Teknologi Industri – Teknik Informatika












Kata Pengantar



          Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya bisa menyelesaikan Tugas Makalah ini dengan tepat pada waktu.  Makalah yang saya buat berjudul "Teknologi dan Memberantas Kemiskinan ".

Dalam makalah ini, penulis ingin menjelaskan bagaimana pentingnya peranan teknologi dalam menumbuhkan kesadaran mengurangi kemiskinan yang ada di Indonesia hingga saat ini.
Makalah ini mungkin masih banyak kekuarangan baik dalam segi penulisan maupun materi. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik atas keterbatasan makalah ini. Semoga tulisan dari makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembacanya.
Akhir kata terima kasih penulis mengucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan berupa dukungan baik secara moril maupun material demi tersusunnya makalah yang bertemakan IPTEK dan Kemiskinan di Indonesia ini.


Jakarta,29 Desember 2016

























BAB I
PENDAHULUAN


·       LATAR BELAKANG

“Kemiskinan yang meluas merupakan tantangan terbesar dalam upaya upaya Pembangunan” (UN, International Conference on Population and Development, 1994)
Proses pembangunan memerlukan Gross National Product (GNP) yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dibanyak negara syarat utama bagi terciptanya penurunan kemiskinan yang tetap adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memang tidak cukup untuk mengentaskan kemiskinan tetapi biasanya pertumbuhan ekonomi merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan, walaupun begitu pertumbuhan ekonomi yang baguspun menjadi tidak akan berarti bagi masyarakat miskin jika tidak diiringi dengan penurunan yang tajam dalam pendistribusian atau pemerataannya
Ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan merupakan permasalahan yang menunjukkan perbedaan. Ilmu dan pengetahuan adalah dua hal berbeda namun memiliki persamaan, yaitu pemahaman. Semua ini tertuju untuk mengembangkan ilmu pengetahuan guna membasmi kemiskinan. Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyongsong masa depan cerah. Karena dengan teknologi kehidupan manusia semakin lebih mudah yang mempunyai dampak sosial yang mendunia.
Tingkat kemiskinan terus saja meningkat di tiap tahunnya, pemerintah pun tak membiarkan hal ini terus berlanjut. Berbagai upaya telah dilakukan, namun kesadaran yang dimiliki manusia masih minim. Oleh karena itu lewat Ilmu Pengetahuan Teknologi saya akan memaparkan menumbuhkan kesadaran manusia. Karena peran  Teknologi sangat berpengaruh terhadap hidup manusia, maka sangat besar kesempatan yang saya lakukan.

·       BATASAN MASALAH

Dalam makalah ini saya akan menguraikan tentang : Teknologi dan Pemberantasan Kemiskinan.

·       TUJUAN DAN MANFAAT

o   Menjelaskan permasalahan kemiskinan di Indonesia.
o   Menjelaskan manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam      kehidupan sehari-hari.
o   Menjelaskan peran IPTEK menumbuhkan kesadaran mengentaskan      kemiskinan.





BAB II
PEMBAHASAN


o   Kemiskinan

Dalam kamus ilmiah populer, kata “Miskin” mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencukupi kebutuhan) atau bokek. Adapun kata “fakir” diartikan sebagai orang yang sangat miskin. Secara Etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik di mana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidakseimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh.

Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.

o   Teknologi

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.


o   Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya.  Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain :

·        Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja.
·        Sistem Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.

·                  Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis. Dalam           dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk           perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce    adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.


o    Indikator dan Penyebab Kemiskinan

Untuk menuju solusi kemiskinan penting bagi kita untuk menelusuri secara detail indikator-indikator kemiskinan tersebut.

Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagi berikut:

Ø   Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.
Ø   Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.
Ø   Kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
Ø   Tidak adanya akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang    berkesinambungan.
Ø   Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
Ø   Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil).

Berikut beberapa factor penyebab kemiskinan.

  a.                    A.       Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.

Yang penting digarisbawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
               a)      Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
               b)      Politik ekonomi yang tidak sehat.
               c)       Faktor-faktor luar negeri, diantaranya:
                         Rusaknya syarat-syarat perdagangan.
                         Beban hutang.
                         Kurangnya bantuan luar negeri, dan
                         Perang

     B.        Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.

Terlihat jelas faktor ini sangat urgen dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal

    C.         Biaya kehidupan yang tinggi.

Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya peranan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.

     D.        Pembagian  subsidi in come pemerintah yang kurang merata.

Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.

     E.       Peran IPTEK Dalam Pemberantasan Kemiskinan

Telah dijelaskan diatas tentang Ilmu Pengetahuan Teknologi, Kesadaran, dan juga Kemiskinan. Berarti kita telah paham masing – masing pengertiannya dan maksudnya. Langkah selanjutnya adalah membahas tentang penyelesaiannya.

Nyaris hampir setiap hari orang menggunakan manfaat Teknologi, ini bisa dijadikan sumber pendapatan negara. Misalnya saja, setiap barang yang masuk ke wilayah indonesia (Teknologi) dikenai pajak. Karena sudah tentu teknologi tersebut dibandrol dengan harga yang tinggi, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Pajak tersebut juga akan tersalurkan untuk masyarakat miskin dalam membantu pemenuhan hidupnya. Pemerintah tentunya mempunyai data kemiskinan bagi masyarakat miskin, dengan itu upaya pemerintah melaksanakan kesejahteraan seluruh rakyat dapat terealisasikan. Pemerintah bisa membangun sekolah gratis dari pendapatan pajak tersebut. Dengan itu masyarakat miskin pun bisa menikmati teknologi terbaru di sekolah gratis yang dibangun pemerintah.

Selain itu pemerintah juga mengupayakan menumbuhkan kesadaran masyarakat miskin dengan upaya pendekatan, agar masyarakat miskin mau mengikuti program pemerintah mengentaskan kemiskinan. Dengan begitu usaha pemerintah membangun sekolah gratis yang di dalamnya terdapat Ilmu Pengetahuan Teknologi tidak menghasilkan kekecewaan.

Dalam kehidupan perekonomian negara Indonesia tidak terlepas dari peran usahawan. Tentu saja mereka menggunakan teknologi dalam pekerjaanya. Dari sini kita bisa menggerakkan kesadaran mereka untuk berbagi bersama dengan masyarakat miskin. Kesadaran merekalah yang nantinya mengubah pandangan masyarakat miskin bahwa mereka juga diperhatikan. Misalnya, lewat berita bisnis kita selipkan artikel tentang berita masyarakat miskin, bisa juga bebagi sedikit upah kerja untuk disumbangkan ke masyarakat miskin melalui bank yang dikelola pemerintah, selain itu bisa diselipkan seminar tentang masyarakat miskin yang mana menjadikan keakraban semakin terjalin antara masyarakat miskin dengan mereka yang hidup berkecukupan.

Dengan memaparkan pendidikan agama lewat internet (seperti ceramah di you tube, artikel tentang kesadaran terhadap sesama) maka setiap pasang mata yang melihat akan menyadari dan mengubah jalan hidupnya sesuai tuntunan agama tentang kepedulian terhadap sesama.
Teknologi tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan perekonomian, juga terhadap kesehatan. Dari sini masyarakat miskin pun bisa mendapatkan manfaat lewat balai pengobatan yang disediakan pemerintah, khususnya bagi masyarakat tidak mampu, sebagai contoh misalnya saja puskesmas. Dengan begitu masyarakat miskin pun tidak gagap teknologi. Mereka juga bisa menikmati manfaat teknologi seperti masyarakat kelas atas.
Benar sekali bahwa kehidupan masyarakat miskin sangatlah sulit untuk dipenuhi, namun pemerintah pun tidak memalingkan pandangannya. Melalui internet kita bisa menumbuhkan kesadaran bersama seperti yang saya jelaskan diatas. Dari hasil tersebut sepenuhnya untuk masyarakat miskin, dengan begitu beban masyarakat miskin pun sedikit berkurang. Lewat pendekatan dengan masyarakat miskin yang mengupayakan untuk kesadaran tentang masa depan yang lebih baik, mereka akan memanfaatkan bantuan dari sesama dan program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan begitu 2 hal ini menunjukkan keadaan yang seimbang. Dimana ada yang memberi dan penerima. Tentu saja hal ini bisa terwujud dengan lancar apabila tiada kendala, namun bila kita mempunyai tujuan baik, semoga Tuhan memberikan hasil yang baik pula. Karena pada dasarnya ini adalah kepentingan bersama.















BAB III
PENUTUP


      A.    KESIMPULAN

Masalah dasar pengentasan kemiskinan bermula dari sikap kesadaran kita terhadap kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ketika terjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah, nonpemerintah dan semua lini masyarakat. Dengan digalakkannya hal ini, tidak perlu sampai 2030 kemiskinan akan mencapai hasil yang seminimal mungkin.


     B.   SARAN


globalisasi membuka peluang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia yang unggul untuk lebih eksploratif. Di dalam menghadapi zaman globalisasi kedepannya harus meningkatkan kualitas SDM dalam pengetahuan, wawasan, skill, yang berstandar Global.



Terima Kasih